Selasa, 04 Mei 2010

ANALISIS RETURN, RISK, DAN BETA SAHAM PT. BAKRIE & BROTHERS, TBK

PENDAHULUAN
Profil PT. Bakrie &Brothers, Tbk
PT. Bakrie & Brothers, Tbk adalah sebuah perusahaan perdagangan komoditas umum pada tahun 1942. PT. Bakrie & Brothers, Tbk adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan ruang lingkup kepentingan bisnis yang mencakup pusat keuntungan seperti seperti infrastruktur, telekomunikasi, dan perkebunan. Beragam kepentingan komersial perusahaan dibagi menjadi tiga area utama bisnis. Bisnis tersebut antara lain :
• Sektor dukungan infrastruktur
Sektor ini berpartisipasi dalam mempercepat program infrastruktur yang ditetapkan oleh pemerintah dengan memaksimalkan kapasitas terpasang perusahaan sarana produksi dan meningkatkan ekspor dengan cara membangun aliansi strategis dengan perusahaan-perusahaan internasional terkemuka. Sektor ini juga bertujuan untuk meningkatkan reputasi perusahaan dengan memenuhi dan melebihi persyaratan kualitas yang ditetapkan oleh regulator internasional. Perusahaan dukungan infrastruktur meliputi bauran produk minyak dan gas infrastructure, EPC kontraktor, multidisiplin steel fabrication, perumahan dan struktur dan auto component.
• Sektor telekomunikasi
Sektor ini berkomitmen untuk lebih meningkatkan pemasaran produk dan jasa dalam rangka untuk memaksimalkan keuntungan. Strategi ini mencakup memperluas jaringan komunikasi di wilayah paling padat penduduknya. Sektor ini melayani diri sebagai penyedia jaringan, servis telekomunikasi selular dan kontraktor untuk proyek-proyek integrasi sistem.
• Sektor perkebunan
Merupakan produsen terkemuka kualitas tinggi kelapa sawit, lateks, dan karet alam. Bahan baku datang langsung dari perkebunan kami menjamin pelanggan kami untuk selalu mendapatkan yang paling konsisten kualitas tinggi produk yang dihasilkan.
PT. Bakrie & Brothers, Tbk telah 60 tahun beroperasi, menjadi perusahaan multinasional yang besar. Sebuah reputasi kualitas dan pelayanan tenaga kerja yang dinamis dengan lebih dari 10.000 karyawan yang dimiliki. Produksi bauran produk yang kompetitif, rangkaian lengkap pipa baja, struktur kelas dunia engineering services, bergelombang baja, bahan bangunan, besi cor onderdil mobil, layanan telekomunikasi nirkabel tetap, sistem telekomunikasi integrator, dan karet alam. Produk yang dikembangkan dan diproduksi oleh PT. Bakrie & Brothers, Tbk adalah komponen utama infrastruktur dan sistem telekomunikasi di Australia, Brunei, Kanada, Cina, Dubai, Inggris, Mesir, Prancis, Jerman, Iran, Italia, Jepang, Kuwait, Malaysia, Meksiko, Belanda , Filipina, Singapura, Amerika Serikat, Uzbekistan, dan Vietnam.
ANALISIS HASIL
Dari kurva pergerakan return saham dan return pasar harian. kita dapat melihat bahwa kurva yang ada di atas terlihat bahwa rate of return dari saham pada periode 1 Januari 2008– 31 Maret 2010 mengalami naik turun, Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga saham dalam periode tersebut tidak stabil. Pada saat return pasar turun maka return saham juga akan terpengaruh sehingga akan ikut turun, begitu juga sebaliknya. Return pasar juga akan mempengaruhi tingkat risiko saham. Pada saat return saham tinggi maka tingkat risiko sahamnya juga akan semakin tinggi.
Keterangan Nilai Persentase
Rerata return saham -0.000759438 -0.075%
Standar deviasi 0.065309576 6.53%
Rerata return pasar (IHSG) 0.000264065 0.026%
Standar deviasi return pasar (IHSG) 0.019904191 1.99%
Return pasar (LQ45) 0.000127041 0.012%
Standar deviasi return pasar (LQ45) 0.023436284 2.34%
Saham dengan rate of return yang relatif labil dan cenderung negatif. Pergerakan harga saham menunjukkan kemungkinan saham ini akan mengalami penurunan karena trend harga saham ini mengarah pada level harga nol dan terus-menerus menurun. Untuk mengukur tingkat risiko pasar dan saham, dilakukan dengan cara menghitung standar deviasi dari return pasar dan return saham. Semakin besar standar deviasi maka semakin tinggi tingkat risikonya. Standar deviasi return saham PT. Bakrie and Brothers, Tbk adalah 6,53%, sedangkan standar deviasi return pasar adalah 1,99% dan 2,34%. Saham PT. Bakrie & Brothers, Tbk berisiko tinggi.
Investasi pada pasar modal tidak terlepas dari return dan risk. Dalam memutuskan suatu investasi, investor mengharapkan tingkat imbal hasil tertentu (expected return). Sedangkan risiko merupakan faktor lain yang harus selalu dipertimbangkan dalam berinvestasi. Risiko investasi berhubungan dengan sebaran nilai (variance) dan merupakan ukuran besarnya imbal hasil yang terealisasi (actual return) menyimpang dari expected return. Semakin tinggi risiko, semakin rendah harga saham, yang berarti semakin tinggi tingkat keuntungan yang diharapkan.
Beta merupakan risiko sistematis sedangkan standar deviasi merupakan risiko portofolio. Setiap saham mempunyai beta yang berbeda. Jika mempunyai lebih dari 1 saham maka portofolio = rata-rata beta dalam portofolio tersebut. Beta mengukur sensitivitas (responsif) return dari setiap saham terhadap return dari tingkat keuntungan seluruh pasar.
 Beta = 1, artinya pergerakan return saham sama dengan pergerakan return pasar.
 Beta > 1, artinya pergerakan return saham lebih besar daripada pergerakan return pasar.
 Beta < 1, artinya pergerakan return saham lebih kecil daripada pergerakan return pasar.
Saham dengan beta lebih dari 1 disebut sebagai saham agresif karena return saham meningkat atau menurun lebih besar dibandingkan dengan return pasar. Sedangkan saham dengan beta lebih kecil dari 1 disebut sebagai saham defensif karena return saham meningkat atau menurun lebih kecil dibandingkan dengan return pasar.
Beta saham PT. Bakrie & Brothers, Tbk terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 1.055407. sedangkan saham PT. Bakrie & Brothers, Tbk terhadap LQ45 sebesar 0.823936. Ini berarti saham PT. Bakrie & Brothers, Tbk agresif dalam IHSG namun defensif dalam LQ45.
Semakin besar return saham maka semakin besar betanya. Semakin besar return saham, semakin besar variance, akibatnya standar deviasi juga semakin besar. Dapat dikatakan, semakin besar beta maka semakin besar standar deviasinya. Beta berbanding lurus dengan standar deviasi.
Capital Asset Pricing Model (CAPM) adalah suatu model penetapan harga aset modal. Teori ini menjelaskan hubungan antara risiko dan pengembalian yang menyatakan bahwa ekspektasi premi risiko dari sekuritas apapun sama dengan beta-nya dikalikan dengan premi risiko pasar.
KESIMPULAN
Dari analisis hasil perhitungan pergerakan saham PT. Bakrie & Brothers, Tbk, indeks harga saham gabungan, dan LQ45 dari 2 Januari 2008 samapai dengan 31 Maret 2010 dapat dikatakan bahwa :
 Pergerakan return saham PT. Bakrie & Brothers, Tbk, IHSG, dan LQ45 mengalami naik turun atau tidak stabil.
 Tingkat pengembalian saham PT. Bakrie & Brothers, Tbk mengalami defisit.
 Saham PT. Bakrie & Brothers, Tbk merupakan saham yang berisiko cukup tinggi.
 Saham PT. Bakrie & Brothers, Tbk agresif dalam IHSG namun defensif dalam LQ45.

Senin, 01 Maret 2010

Analisis Risk and Return ”PT. Bakrie and Brother’s, Tbk”

I. PROFIL PERUSAHAAN
PT. Bakrie and Brother’s, Tbk
PT. Bakrie & Brother’s, Tbk memulai sejarah panjang dan terhormat sebagai perusahaan perdagangan komoditas umum pada tahun 1942. PT. Bakrie & Brother’s, Tbk adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan ruang lingkup kepentingan bisnis yang mencakup pusat keuntungan seperti seperti infrastruktur, telekomunikasi, dan perkebunan.
Sebuah basis klien internasional yang luas, kehadiran domestik yang kuat dan komitmen terhadap kualitas dipertanyakan, mendukung keragaman perusahaan komersial. Hal ini telah memungkinkan produksi bauran produk yang kompetitif: rangkaian lengkap pipa baja, struktur kelas dunia engineering services, bergelombang baja, bahan bangunan, besi cor onderdil mobil, layanan telekomunikasi nirkabel tetap, sistem telekomunikasi integrator, CPO dan karet alam. Sepanjang lebih dari 60 tahun sejarah, Bakrie & Brother’s telah terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan meningkatkan kualitas seluruh unit bisnis dalam rangka memenuhi standar internasional dan efektif bersaing di pasar global.

Visi
Untuk menjadi perusahaan investasi terkemuka dan proxy dari perekonomian Indonesia.

Misi
Untuk memaksimalkan nilai pemegang saham melalui kegiatan investasi yang menguntungkan dan peningkatan nilai portofolio inti.
• Membuat sinergi antara portofolio inti
• Membangun unit menghasilkan uang
• Kesepakatan kepemilikan Exploit aliran
• Dikelola dana investasi untuk investor pihak ketiga dalam kesempatan dipilih
• IPO yang dipilih investasi
• Investasi dan pendapatan dividen
• Adopsi Kerangka Kerja Manajemen Nilai
Bisnis
Setiap produk yang diproduksi oleh Bakrie & Brothers adalah dalam ketat sesuai dengan standar kualitas produk internasional. Tak tertandingi inilah reputasi kualitas yang telah menjadi faktor penentu dalam ekspansi cepat dari kedua perusahaan domestik dan internasional klien. Produk yang dikembangkan dan diproduksi oleh Bakrie & Brothers adalah komponen utama infrastruktur dan sistem telekomunikasi di Australia, Brunei, Kanada, Cina, Dubai, Inggris, Mesir, Prancis, Jerman, Iran, Italia, Jepang, Kuwait, Malaysia, Meksiko, Belanda , Filipina, Singapura, Amerika Serikat, Uzbekistan, dan Vietnam.
Beragam kepentingan komersial Bakrie & Brothers dibagi menjadi tiga area utama bisnis. Tujuan dari sektor dukungan infrastruktur untuk berpartisipasi dalam mempercepat program infrastruktur yang ditetapkan oleh pemerintah dengan memaksimalkan kapasitas terpasang perusahaan sarana produksi dan meningkatkan ekspor dengan cara membangun aliansi strategis dengan perusahaan-perusahaan internasional terkemuka.
Sektor ini juga bertujuan untuk meningkatkan reputasi perusahaan dengan memenuhi dan melebihi persyaratan kualitas yang ditetapkan oleh regulator internasional. Perusahaan dukungan infrastruktur meliputi bauran produk Minyak dan Gas infrastruture, EPC Kontraktor, Multidisiplin Steel Fabrication, Perumahan & Struktur dan Auto Component.
Bakrie & Brothers sektor telekomunikasi berkomitmen untuk lebih meningkatkan pemasaran produk dan jasa dalam rangka untuk memaksimalkan keuntungan. Strategi ini mencakup memperluas jaringan komunikasi di wilayah paling padat penduduknya. Bakrie sektor telekomunikasi adalah melayani diri sebagai penyedia jaringan, servie telekomunikasi selular dan kontraktor untuk proyek-proyek integrasi sistem.
Bakrie & Brothers sektor perkebunan adalah produsen terkemuka kualitas tinggi kelapa sawit, lateks, dan karet alam. Bahan baku datang langsung dari perkebunan kami menjamin pelanggan kami untuk selalu mendapatkan yang paling konsisten kualitas tinggi produk yang dihasilkan.
Perusahaan Bakrie & Brothers yang didukung oleh kekuatan bisnis kunci ini: dengan 60 tahun beroperasi, sebuah basis klien multinasional besar, sebuah reputasi kualitas dan pelayanan tenaga kerja yang dinamis lebih dari 10.000 karyawan; dan negara-of-the-art fasilitas produksi dan asset.

Penghargaan
1942 Didirikan sebagai Bakrie & Brothers General Merchant & Commission Agent.
1959 Dipelopori Indonesia's Steel Pipe Industri Pengolahan.
1973-1985 Diperluas dalam struktur baja, Metalworking dan proyek infrastruktur lainnya.
1986 Acquired Uniroyal Sumatra Plantations.
1989 Berkelana ke sektor telekomunikasi.
Terdaftar di Bursa Efek Jakarta.
1991 Investasi di PTA Plant dengan Mitsubishi Kasei.
1992 PT. Bakrie Pipe Industries menjadi perusahaan Indonesia pertama yang akan diberikan sertifikasi ISO 9002.
1993 Izin untuk mengoperasikan jaringan nirkabel tetap.
Australia
1995 Acquired Link Communications.
Memperluas operasi telekomunikasi ke Republik Uzbekistan.
1996 Seamless Pipe Indonesia Jaya (SPIJ) operasi dimulai.
1999 South East Asia Pipe Industries (SEAPI) operasi dimulai.
2000 Sold kepemilikan saham di Bakrie Kasei.
2001 Berhasil US $ 1,1 milyar restrukturisasi hutang melalui hutang terhadap ekuitas & utang untuk aset swap.
Dijual Stake di Arutmin, Bakrie Sumatera Plantations (BSP) & Bakrie Electronics.
2003 BNBR Cetak Biru Baru
2004 Bakrie Telecom (BTEL) meluncurkan layanan CDMA ESIA di bawah nama merek.
Bakrie Sumatera Plantation Reacquisition.
2005 Rp. Rights issue 1.9 trillion.
Perusahaan infrastruktur yang efisien.
2006 Rp. 550 miliar dari IPO BTEL.
2008 Transformasi Bakrie & Brothers untuk sebuah perusahaan investasi yang berfokus pada sektor tujuh: infrastruktur, logam, agribisnis, telekomunikasi, batu bara & gas, dan properti.
Struktur Grup
Irwan Sjarkawi - Presiden Komisaris / Komisaris Independen
Mohamad Ikhsan - Komisaris Independen
Armansyah Yamin - Komisaris
Nugroho I. Purbo Winoto - Komisaris
Nalinkant A Rathod - Presiden Direktur
Ari Saptari Hudaya - Director
Bobby Gafur S. Umar - Managing Director / CEO
R.A. Sri Dharmayanti - Direktur & Corporate Secretary
Dileep Srivastava - Direktur & Chief Investor Relations Officer
Dody Taufiq Wijaya - Chief Risk Officer
Eddy Suparno - Chief Financial Officer
Michael E Lucente - Chief Investment Officer
Siddharta Moersjid - Kepala Komunikasi & Administration Officer

II. ANALISIS
ANALISIS HARGA SAHAM
Berdasarkan data pergerakan harga saham yang diperoleh dari tanggal 1 Januari 2008 sampai 29 Januari 2010, PT.Bakrie and Brothers, Tbk memiliki harga saham tertinggi 640 dan harga saham terendah 50. Rerata harga penutupan saham yang dimiliki PT, Bakrie and Brothers, Tbk 209,269. Dilihat dari data yang ada, harga penutupan saham PT.Bakrie and Brothers, Tbk. tanggal Januari 2008 sampai Januari 2010, harga saham bersifat fluktuatif (naik turun). Pergerakan harga dapat dipengaruhi kebijakan pemerintah yang berkaitan langsung dengan bidang bisnis perusahaan emiten sangat berpengaruh terhadap harga saham.
ANALISIS GRAFIK RETURN SAHAM DAN RETURN PASAR
Dari grafik yang ada, terlihat bahwa pergerakan return saham dan pasar sangat fluktuatif (naik turun). Ini dikarenakan harga saham yang juga fluktuatif dari waktu ke waktu. Titik return saham tertinggi terjadi pada bulan Maret 2008 dan terendah terjadi pada bulan September 2009.

ANALISIS RETURN SAHAM DAN PASAR
Persentase
Rerata Return Saham -0.05659018 %
Standar Deviasi 6.775581841 %
Rerata Return Pasar (IHSG) 0.010949 %
Standar Deviasi Return Pasar (IHSG) 2.045332 %
Return Pasar (LQ45) -0.00303 %
Standar Deviasi Return Pasar (LQ45) 2.409528 %

Analisis return saham didapatkan dari harga penutupan saham dan dihitung dengan menggunakan rumus , di mana hargat merupakan harga penutupan saham saat ini dan hargat-1 merupakan harga penutupan pada hari sebelumnya.
Dari hasil perhitungan rerata return saham, rerata return pasar, dan standar deviasi terlihat bahwa rate of return dari saham Bakrie and Brothers,Tbk pada bulan Januari 2008 sampai Januari 2010 mengalami naik turun, Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga saham Bakrie and Brothers,Tbk di periode waktu tersebut tidak stabil. Hal ini berarti pada saat return pasar turun maka return saham juga akan ikut turun, begitu juga sebaliknya.
Hasil perhitungan rerata return yang didapatkan sebesar -0.05659018% untuk return saham, 0.010949% untuk return pasar IHSG, dan -0.003028% untuk return pasar LQ45. Hal ini mengindikasikan bahwa return saham Bakrie and Brothers, Tbk lebih kecil dari pada return pasar IHSG.
Saham Bakrie and Brothers, Tbk merupakan termasuk rate of return yang negatif, nilai perhitungan rata-rata membuktikan saham ini mengalami defisit dalam pengembalian keuntungan. Langkah selanjutnya, menghitung standard deviasi dari return pasar dan saham. Setelah dilakukan perhitungan, maka diperoleh standard deviasi untuk return saham adalah 6,775581841%, standard deviasi untuk return pasar IHSG adalah 2,045332%, dan standard deviasi untuk return pasar LQ45 adalah 2,409528% Semakin besar standard deviasi, maka semakin tinggi tingkat resikonya. Hal ini berarti bahwa harga saham Bakrie and Brothers, Tbk merupakan saham yang beresiko karena standard deviasinya lebih besar daripada standard deviasi return pasar.

III. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa dari Januari 2008 sampai Januari 2010 pergerakan return pasar Bakrie and Brothers,Tbk dan return saham sangat fluktuatif. Secara umum, return pasar sangat berpengaruh terhadap return saham. Standard deviasi return saham Bakrie and Brothers,Tbk mempunyai tingkat resiko saham yang tinggi karena standard deviasi saham Bakrie and Brothers,Tbk lebih besar daripada standard deviasi pasar.

Jumat, 05 Februari 2010

Seputar Investasi............



Investasi Tanah

Investasi tanah tidak akan pernah rugi, logikanya jumlah tanah tidak akan bertambah namun jumlah manusia bertambah terus. Alhasil, supply sedikit namun demand-nya bertambah. Sehingga harga tanah pasti naik, tidak penah turun dan tidak pernah sepi peminat. Kita ambil saja contoh ekstrim, misalnya Anda membeli tanah di lokasi favorit sekalipun kemudian Anda menjualnya dalam waktu sebulan lagi, kemungkinan besar Anda masih rugi. Sebab nilai jualnya belum tentu bisa mengcover biaya-biaya pembelian tanah yang sudah terjadi. Namun secara umum ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan agar investasi rumah kos dan tanah bisa menguntungkan, antara lain;
1. Lokasi.
Nilai atau harga sebidang tanah dan kecepatan kenaikan harga tanahnya tidak sama di berbagai tempat. Tanah di kota tidak sama dengan di desa, tanah di kawasan industri juga tidak sama dengan wilayah perumahan, dan lain sebaginya. Umumnya harga tanah yang paling cepat naik berada di wilayah pusat bisnis atau disuatu wilayah yang sedang berkembang baik untuk kawasan pemukiman maupun kawasan industri karena banyak peminatnya sehingga relatif mudah diperjual belikan atau likuid. Kesimpulannya lokasi dalam investasi tanah menjadi faktor kunci kenaikan harga tanahnya. Lokasi favorit tentunya semakin banyak peminatnya maka pertumbuhan harga tanah nya juga lebih cepat, karena itu return hasil investasinya juga lebih tinggi. Tinggal Anda saja yang harus jeli memilih daerah mana yang menjadi favorit orang-orang dalam bisnis jual beli tanah.
2. Jangka waktu.
Investasi tanah kurang cocok jika jangka waktu investasinya pendek misalnya dibawah 3 tahun. Sebab kemungkinan kenaikan harga tanahnya belum mampun menutup biaya-biaya pembelian dan penjualannya kembali. Biaya-biaya ini antara lain biaya akta jual beli, balik nama sertfikat, pajak pembelian tanah, pajak bumi dan bangunan, maintenance / perawatan, dan lain-lain. Jangan lupa saat Anda menjual kembali Anda juga akan dikenakan biaya pajak penjualan tanah kembali. Karena itu investasi tanah hanya cocok dilakukan dalam jangka panjang,
3. Likuiditas.
Pastikan dana yang akan diinvestasikan ke dalam tanah belum akan digunakan untuk apapun dalam waktu lama. Pastikan bahwa jika terjadi keadaan darurat sekalipun Anda sudah memiliki dana cadangan lain, sehingga tidak perlu menjual tanah sebelum waktunya. Sebab, investasi tanah tidak likuid, butuh waktu untuk menjualnya kembali. Jika tiba-tiba terpaksa harus dijual dalam jangka waktu dekat harganya pasti jatuh dan belum tentu bisa menutup biaya-biaya yang sudah terjadi.
4. Bebas Sengketa.
Jangan membeli tanah yang belum jelas statusnya atau masih dijaminkan kepada pihak lain misalnya masih dalam perkara sengketa di pengadilan karena kasus pembagian harta warisan, harta gono-gini perceraian, terganjal kasus pembebasan tanah, tidak bersertifikat, perkara sita jaminan bank, dan lain-lain. Sebaiknya memang tidak dibeli karena resiko terjadinya sengketa di kemudian hari sangat besar. Biaya- biaya yang terjadi karena terjadinya sengketa bisa sangat menguras kantong Anda belum lagi tenaga dan waktu yang terbuang.
5. Dokumen atau Surat-surat tanahnya lengkap.
Pastikan bahwa tanah yang dibeli dokumennya lengkap. Seperti Sertifikat tanah (SHM atau SHGB), IMB, kalau ada bangunannya mintalah copy cetak biru bangunannya (blue printnya), SPPT PBB tahun terakhir. Periksalah data-data pada dokumen tanah dengan kenyataan fisiknya (luas tanah, lokasi, masa berlaku, dll).
6. Asumsi Return Hasil Investasi.
Rata-rata kenaikan harga tanah bisa lebih tinggi dari inflasi, namun untuk perhitungan lebih akurat sebaiknya Anda melakukan penelitian dulu berapa kenaikan harga tanah didaerah yang menjadi pilihan Anda. Ada 4 pihak yang bisa Anda tanyai, yaitu;
a. Warga setempat (tetangga kiri-kanan);
b. Pengurus RT/ RT atau Kelurahan;
c. Badan Pertanahan Nasioanal / BPN setempat;
d. Para broker property yang berkantor di sekitar wilayah tersebut.
Transaksi jual beli rumah atau tanah karena melibatkan uang dalam jumlah besar maka disarankan Anda untuk memakai jasa notaris yang Anda kenal, atau notaris yang berada di sekitar wilayah tanah atau rumah yang ingin Anda beli. Notaris akan memberikan informasi biaya pajak yang harus Anda sediakan dan mengurus penyelesaiannya.

Rupiah Kembali Melorot

Terganggu Politik
Rupiah Kembali Melorot
Kamis, 4 Februari 2010 | 15:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis (4/2/2010) sore, tertekan 38 poin menjadi Rp 9.333/Rp 9.343 per dollar AS dibanding penutupan sehari sebelumnya pada Rp 9.295/Rp 9.305.
Pada pembukaan Kamis pagi, rupiah juga sudah turun 20 poin dibanding penutupan hari sebelumnya. Pengamat pasar uang, Farial Anwar, di Jakarta mengatakan bahwa pelaku pasar melepas rupiah untuk mencari untung setelah mata uang ini menguat hingga di bawah angka Rp 9.300 per dollar AS. "Kami memperkirakan, pelaku pasar akan kembali melepas rupiah karena faktor eksternal cenderung melemah," katanya.

Farial Anwar yang juga Direktur Currency Management Group mengatakan, melemahnya bursa regional akibat terimbas oleh bursa Wall Street yang melakukan faktor utama yang menekan rupiah hingga melemah. "Selain itu, dollar AS di pasar regional mengalami kenaikan terhadap mata uang utama Asia itu," ujarnya. Rupiah, lanjut dia, dinilai masih cukup baik dengan posisi saat ini dan masih ada peluang untuk kembali menguat. "Tekanan terhadap rupiah juga terjadi akibat stabilitas politik yang masih tak menentu," ucapnya.
Meski demikian, menurut dia, pelaku asing masih berminat untuk bermain di pasar karena keuntungan yang diraih masih lebih tinggi ketimbang pasar lain. "Indonesia masih merupakan tempat mencari keuntungan bagi pelaku asing karena itu mereka masih bercokol, baik di pasar uang maupun pasar saham," katanya.
Ia mengatakan, pelaku asing saat ini agak hati-hati bermain di pasar karena mereka ingin mengetahui lebih jauh pelaksanaan kawasan perdagangan bebas ASEAN-China yang mengakibatkan produk-produk China membanjiri pasar Indonesia. "Pemerintah Indonesia diharapkan membatasi membanjirnya produk-produk China agar produk lokal tetap tumbuh," ucapnya.

Jumat, 29 Januari 2010

Sekilas Berita........

Investasi Proyek 10.000 MW II Capai 16 Miliar Dollar
Jumat, 29 Januari 2010 | 14:10 WIB

KOMPAS

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik tahap II diperkirakan menelan dana 16,343 miliar dollar AS. Kebutuhan dana investasi itu untuk pembangkit tenaga listrik dan transmisi listrik. Pendanaan itu akan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja nasional, anggaran internal PT PLN dan sumber dana lain yang sah.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral J Purwono, Jumat (29/1/2010), saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta.
Menurut dia, dana investasi yang dibutuhkan dalam percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan, batubara dan gas serta transmisi terkait diestimasikan sebesar 16,343 miliar dollar AS.
Dengan rincian, terdiri dari kebutuhan dana investasi untuk pembangkit tenaga listrik 15,96 miliar dollar AS dan transmisi tenaga listrik sebesar 383 juta dollar AS.
Terkait kapasitas, lokasi pembangkit tenaga listrik, dan transmisi terkait dalam program percepatan 10.000 MW tahap II ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam peraturan menteri ini, komposisi energi primer untuk pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan hingga tahun 2014 adalah panas bumi 39 persen, air 12 per sen, batubara 33 persen, dan gas 16 persen.
Total estimasi kapasitas pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan adalah sebesar 10.153 Mega Watt, yang terdiri dari 5.770 MW (57 persen) berlokasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali dan 4.383 MW (43 persen) berlokasi di luar sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali.
Dari total kapasitas sebesar itu, direncanakan akan dilaksanakan PT PLN sebesar 5.118 MW (50 persen) dan melalui kerja sama antara PT PLN dan pengembang listrik swasta dengan skema jual beli tenaga listrik 5.035 MW (50 persen). "Energi primer dan batubara untuk pembangkitan listrik masih diperlukan untuk mencukupi kebutuhan tenaga listrik yang diperlukan," ujarnya.
Namun pelaksanananya wajib memakai teknologi ramah lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Adapun berkaitan pengembangan energi terbarukan untuk pembangkit listrik, pemerintah tetap akan mendorong dan memberi prioritas dalam pemanfaatannya.
Transmisi terkait percepatan pembangunan pembangkit yang direncanakan akan dibangun adalah transmisi tegangan 500 kV, 275 kV, 150 kV, dan 70 kV dengan total estimasi panjang jaringan adalah 3.490 kms. Dari total estimasi panjang jaringan itu, 816 kms (23 persen) dibangun pada sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, dan sepanjang 2.674 kms (77 persen) dibangun pada luar sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali.
Dalam peraturan presiden nomor 4 tahun 2010, komposisi energi primer untuk pembangkit lis trik yang akan dikembangkan tidak lagi didominasi oleh batubara saja, tetapi membuka peluang untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan seperti panas bumi dan air, di samping energi non fosil lain yaitu gas bumi.
Terkait pelaksana pembangunan, dalam peraturan presiden itu, pelaksanaan percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik dilakukan melalui penugasan pemerintah kepada PT PLN dan melalui kerja sama antara PT PLN dan pengembang listrik swasta dengan skema jual beli tenaga listrik. Dalam hal jaminan, pemerintah menjamin kelayakan usaha PT PLN sesuai aturan perundang-undangan.

Kamis, 28 Januari 2010

Investasi ???????

Definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Investasi diartikan sebagai penanaman uang atau di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memproleh keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi masa depan. Harapan pada keuntungan di masa datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan.

Investasi adalah Komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain yang dilakukan saat ini dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa datang.

Macam-Macam bentuk investasi :
1. Investasi pada asset riil (Real Assets) misalnya : tanah, emas, mesin, bangunan dll
2. Investasi pada asset finansial (financial assets):
a. Investasi di pasar uang : deposito, sertifikat BI, dll
b. Investasi di pasar modal : saham, obligasi, opsi, warrant dll

Tujuan Investasi : meningkatkan kesejahteraan investor (kesejahteraan moneter)
Sumber dana untuk investasi :
1. asset yang dimiliki saat ini
2. pinjaman dari pihak lain
3. tabungan

Dasar keputusan investasi :
1. return : tingkat keuntungan investasi
a. expected return (return yang diharapkan)
b. realized return (return aktual)
2. risiko : kemungkinan return aktual berbeda dengan return yang diharapkan
a. risiko sistematis (systematic risk) atau risiko pasar (general risk)
b. risiko tidak sistematis (unsystematic risk ) atau risiko perusahaan (risiko spesifik )